Minggu, 15 November 2015

artikel



1.         Manusia sebagai Makhluk Pribadi
a.      Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk pada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif ataupun negatif.
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia dapat diartikan sebagai Homo Sapien sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Manusia juga sebagai makhluk individu atau Pribadi, karena memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil. Manusia di bekali dengan akal dan pikiran oleh tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna, sehingga dengan akla dan pikiran tersebut manusia menjadi berbeda dengan makhluk tuhan yang lain, menurut Omar M Al Toumy Al Syaibany:
“Manusia adalah makhluk yang paling mulia, manusia adalah makhluk yang befikir, dan manusia adalah makhluk yang memiliki tiga dimensi (badan, akal dan ruh) manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan”.
b.      Pengertian Individu
Individu berasal dari bahasa latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan unuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dan tidak mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tak hanya memilki peranan-peranan yang khs di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
c.       Kedudukan Manusi sebagai  Makhluk Individu
Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Allah swt. yang pada hakikatnya mereka sebagai makhluk pribadi. Secara fisik mungkin manusia memiliki banyak persamaan namun secara psikologis akan banyak menunjukan perbedaan. Ciri khas dan perbedaan tersebut sering disebut dengan kepribadian. Kepribadian seseorang akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
1.        Faktor genotip (keturunan) adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan.
2.        Faktor fenotip(lingkungan) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.
Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan  dimana orang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar. Secara normal, setiap manusia memiliki potensi dasar mental yang berkembang dan dapat dikembangkan:
1. minat(sense of interest)
2. dorongan ingin tahu(sense of curiousity)
3. dorongan ingin membuktikan kenyataan(sense of reality)
4. dorongan ingin menyelidiki(sense of inquiry)
5. dorongan ingin menemukan sendiri(sense of discovery).
d.      Ciri-ciri Manusia sebagai Makhluk Individu
Setiap manusia yang dilahirkan pastinya mempunyai pribadi yang berbeda sekalipun ada yang kembar,  itulah uniknya manusia. Karena dengan adanya individualitas itu setia orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecendrungan, semangat, daya tahan yang berbeda dan sebagainya. Ciri khas yang paling melekat pada manusia sebagai makluk individu yaitu:
1.      Sifat egois
2.      Sifat ambisius
3.      Tidak pernah puas
Menurut Oxendine, bahwa perbedaan individualitas setiap manusia nampak secara khusus pada beberapa aspek sebagai berikut:
1)      Perbedaan fisik, usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, kemampuan bertindak.
2)      Perbedaan sosial: status ekonomi, agama, hubungan keluarga, suku, ras.
3)      Perbedaan kepribadian: watak, motif, minat, dan sikap.
4)      Perbedaan kecakapan atau kepandaian.
e.      Dampak Manusia sebagai Makhluk Pribadi
Dampak Positif:
1)      Dapat melakukan sesuatu kegiatan secara mandiri.
2)      Tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.
3)      Tidak terikat dalam aturan atau norma suatu kelompok.
Dampak Negatif:
1)      Tidak dapat mengembangkan kemampuan atau ilmu pengetahuan.
2)      Tidak mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
3)      Sulit dalam melakukan suatu kegiatan secara jamak.
f.        Permaslahan yang timbul
a.       Timbul sifat egois dan ingin menang sendiri.
b.      Timbul sifat apatis.
c.       Iri, dengki dan tidak senang apabila melihat orang lain bahagia.
d.      Berburuk sangka.
e.       Memiliki sifat pendendam.
f.        Umur yang seharusnya dewasa tetapi manja seperti anak kecil.

Catatan: kenapa manusia memiliki dua peran, yaitu sebagai makluk pribadi dan sosial?
2.     Manusia sebagai Makhluk Sosial
a.      Pengertian Sosial
Kata sosial bersal dari bahasa latin, “socios” yang berarti kawan/rekan/patner dan “logos” yang berarti ilmu pengetahuan. Kesimpulannya adalah sosial itu suatu hubungan timbal balik antar manusia dan lingkungan sekitar yang saling memberikan ilmu pengetahuan, baik secara lisan ataupun perbuatan.
Manusia memang dilahirkan seorang diri, namun sejak awal kehidupannya dia sudah membutuhkan bantuan orang lain dalam proses kelahirannya. Setiap individu pasti membutuhkan individu yang lain dengan tujuan untuk memenuhi keseimbangan hidup sebagai upaya-upaya adaptasi, antisipasi dan serta kelangsungan pemanfaatan dan perkembangan lingkungan sosial nya. Jadi mau tidak mau bisa dikatakan bahwa manusia selalu punya keterkaitan dengan realitas sosial nya.
b.      Kedudukan Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri, meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial.
Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial, justru memberikan rasa tanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang ”besar” dan ”kuat”. Kehidupan sosial, kebersamaan, baik itu non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi, negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu.           
c.       Karakteristik Masyarakat Sosial
Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari
1.      Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
2.      Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni
1.      Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
2.      Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
3.      Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis. Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya, manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.
d.      Dampak Manusia sebagai Makhluk Sosial
Dampak positif:
1)      Dapat melakukan suatu kegiatan secara kerjasama (gotong royong).
2)      Dapat berbagi informasi dan ilmu pengetahuan.
3)      Saling tolong-menolong satu sama lain.
Dampak negatif:
1)      Tidak dapat melakukan suatu kegiatan secara mandiri.
2)      Mudah terpengaruh oleh orang lain.
3)      Terikat dalam aturan atau norma suatu kelompok.
4)      Adanya sikap asosial dan anti sosial
e.      Permasalahan yang timbul
a.       Perkelahian dan permusuhan.
b.      Perang antar ras dan suku karena kesalah pahaman.
c.       Adanya sikap diskriminasi
d.      Memiliki sifat untuk menjadi penguasa dengan menghalalkan segala cara.
e.       KKN secara berjama’ah.

3.     Manusia sebagai Makhluk Budaya
a.      Pengertian Budaya
Budaya adalah bentuk jamak dari kata “budi” dan “daya” yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata “budaya” sebenarnya berasal dari bahasa sanskerta,  budhayah, yaitu bentuk jama kata buddhi yang berarti budi atau akal. Dalam Bahasa inggris, kata budaya berasal dari kata culture.Dalam bahasa Belanda diistilahkan kata cultuur. Dalam bahasa Latin, berasal dari kata colera. Colera berarti mengolah, dan mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembangdan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwarisi dari generras ke generasi. Budaya terbentuk daru budaya unsur yang rumit, termasuk system agama dan politik, adat istiadat, bahsa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Pengertian kebudayaan menurut para ahli diantaranya:
1. E.B Tylor  (1832-1917), budaya adalah  suatu keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Koentjaraningrat (1923-1999), kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
            Dari definisi diatas, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.
b.      Manusia sebagai Makhluk Budaya
            Berbudaya merupakan kelebihan manusia,  dengan berbudaya manusia dapat memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan hidupnya. Kebudayaan merupakan perangkat ampuh dalam sejarah kehidupan manusia yang dapat berkembang dan dikembangkan melalui sikap-sikap budaya yang mampu mendukungnya. Hakikat kodrat manusia itu ada tiga, yaitu:
1.      Sebagai individu yang berdiri sendiri (memiliki cipta, rasa dan karsa)
2.      Sebagai makhluk sosial yang terikat kepada lingkungannya (lingkungan sosial, ekonomi, politik, budaya dan alam).
3.      Sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Perbuatan-perbuatan baik manusia haruslah sejalan dan sesuai dengan hakikat kodratinya.
Hakikat kodrati manusia tersebut mencerminkan kelebihannya dibandingkan makhluk lainnya. Manusia adalah makhluk berfikir yang bijaksana (homo sapiens), manusia dapat bermasyarakat (homo socius), dan berbudaya (homo humanis), manusia mampu mengadakan usaha (homo economicus), serta manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (homo religious), sedangkan hewan memiliki daya pikir yang terbatas dan benda mati cendrung tidak memiliki prilaku dan tunduk pada hukum alam.
c.       Problematiks Kebudayaan
1.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sisitem kepercayaan
2.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan presepsi atau sudut pandang
3.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psiklogi atau kejiwaan
4.      Masyarakat yang terasingkan dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar
5.      Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru
6.      Sikap etno sentrisme
7.      Perkembangan IPTEK
d.      Ciri-ciri Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat ciri-ciri kebudayaan ada tujuh, yaitu:
1.      Bahasa
2.      Sistem pengetahuan
3.      Organisasi sosial
4.      Sistem peralatan hidup dan teknologi
5.      Sistem mata pencaharian
6.      Kesenian
7.      Agama
e.      Dampak Kebudayaan Terhadap Manusia
·        Dengan berbudaya manusia dapat meningkatkan taraf hidupnya baik dari segi ekonomi maupun sosial
·        Mempunyai ciri khas dari banyak wilayah sehingga memberikan banyak warna dalam kehidupan

4.     Manusia dan Peradaban
a.      Pengertian Peradaban (Civilization)
Konsep Peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu, tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakat. Menurut Oswalg Spengl:
 “Peradaban adalah kebudayaan yang mengalami perubahan dan menekankan pada kesejahteraan fisik dan material”.
Sedangkan menurut KBBI, “Peradaban” berasal dari kata “adab” yang berarti kesopanan, kehormatan, budibahasa dan etika yang baik. Lawannya adalah “biadab” yang berarti kasar, kurang ajar dan tak tahu pergaulan.
b.      Hakikat Peradaban bagi Manusia
            Peradaban memiliki kaitan erat dengan kebudayaan yang pada hakikatnya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hasil atau produk kebudayaan manusia inilah yang menghasilkan peradaban. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan mempengaruhi peradaban sebuah bangsa dan menjadi bangsa itu dianggap lebih maju dari bangsa-bangsa lain pada zamannya.
c.       Ciri  dari Peradaban
1.      Merupakan hasil pemikiran manusia baik berupa tata nilai, institusi maupun pola pikir
2.      Pemikiran di dapat dari adanya sosialisasi
3.      Adanya perkembangan atau perubahan ke tahap yang lebih baik
4.      Menghasilkan sesuatu yang memberikan kemudahan
5.      Terdapat unsur budaya di dalamnya
6.      Menciptakan sesuatu yang lebih praktis
7.      Adanya penggolongan generasi
8.      Adanya pewarisan dari generasi sebelumnya ke generasi yang lebih muda
9.      Sifatnya terus menerus, tidak pernah berhenti.
d.      Dampak Globasi terhadap Peradaban di Indonesia
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya Indonesia, masuknya budaya asing membuat rakyat Indonesia mulai menjauhi dan melupakan budaya Indonesia. Contoh, masyarakat lebih cendrung memilih makanan di restoran cepat saji dari pada di restoran biasa. Dampak lain dari globalisasi terhadap peradaban manusia diantaranya:
1.      Masyarakat mengalami anomi (tidak mempunyai norma).
2.      Masyarakat mengalami heteronomi (mempunyai banyak norma).
Sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap ha;-hal yang sebelumnya di anggap melanggar norma tunggal masyarakat. Sebagai contoh, gaya berpakai remaja yang cendrung tertup kini berubah mengikuti perkembangan zaman.
e.      Problematika Peradaban Global pada Manusia
1.      Kemajuan IPTEK bagi Peradaban Manusia
2.      Pengaruh Globalisasi
3.      Efek Globalisasi
4.      Sikap Terhadap Globalisasi

5.    Manusia, Hukum dan Moral
a.      Pengertian Hukum dan Moral
Menurut Ahmad Ali, hukum adalah seperangkat norma tentang apa yang benar dan apa yang salah, yang dibuat dan diakui eksistensinya ole pemerintah yang dituangkan baik dalam aturan tertulis maupun yang tidak tertulis yang mengikat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya secara keseluruan dan dengan ancaman sanksi bagi pelanggar aturan tersebut. Hukum mempunyai tiga unsur, yaitu kewajiban, moral dan aturan.
Istilah moral berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “mos” atau “mores” yang artinya kebiasaan, adat. Kata moral ini dalam bahasa Yunani sama dengan ethos yang menjadi etika. Secara etimologis, etika adalah ajaran tentang baik buruk, yang diterima masyarakat umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban dan sebagainya.
b.      Ciri-ciri Hukum
1.      Bersifat memaksa
2.      Mengatur prilaku, interaksi sebuah kelompok sosial dan individu
3.       Mengikat sebuah kelompok atau individu di dalam suatau daerah
c.       Ciri-ciri Moral
a.       Nilai berarti mempertimbangkan untuk menentukan apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak, hasil penilaian disebut nilai (value).
b.      Moral adalah kebiasaan berbuat baik disebut perbuatan moral atau susila. Moral bersifat kodrati, artinya manusia sejak diciptakan dibekali dengn sifat-sifat baik, jujur dan adil.
c.       Norma adalah suatu aturan yang berlaku, bersifat mengikat, norma diperlukan dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia.
d.      Etika adalah ilmu tentang kebiasaan yang baik berupa perilaku.
e.       Estetika adalah ilmu yang mengkaji tentang sifat estetis suatu objek dan merupakan bagiandari ilmu filsafat yang menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan sesuatu mengenai rasa, sifat, norma, cara menanggapi dan cara membandingkannya dengan menggunakan penilaian perasaan.
d.      Permasalahan
1.      Banyak manusia yang tidak bermoral dan menaati hukum
2.      Manusia cendrung bersifat hedonis dan berbuat seenaknya
3.      Manusia lebih suka melanggar dari pada menaati peraturan
4.      Globalisasi dan westernisasi yang menyebabkan manusia meniru kebudayaan barat yang cendrung liberal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar